Hot Trik And Tips

Saturday, June 13, 2009

KUALA LUMPUR, kompas..com — Departemen pendidikan membeli tanah seluas tiga hektar di Kota Kinabalu, Sabah, untuk didirikan sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) guna memberikan pendidikan formal anak-anak TKI.

"Kami dalam proses pembayaran tanah seluas tiga hektar di Kota Kinabalu diharapkan akhir tahun ini, pembangunan SIKK sudah bisa dimulai. Pembelian dan pembangunan SIKK menggunakan APBN," kata Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur Imran Hanafi, Sabtu (13/6).

Dalam seminar Kebijakan Pendidikan Kesetaraan, Imran mengatakan, ada sekitar 24.000 anak TKI di Sabah yang tidak bisa menerima akses pendidikan. Padahal, pendidikan bagi anak-anak merupakan hak universal dan kewajiban pemerintah menyediakan sekolah murah.

Pemerintah Indonesia sudah mengoperasikan sebuah sekolah dasar di Kota Kinabalu, akhir tahun 2008. Ada 325 anak yang bisa ikut pendidikan di SIKK, dari sekitar 24.000 anak TKI yang tidak bisa mengecap pendidikan. Sekolah saat ini masih menyewa ruko, tetapi kini sudah ada lahan yang siap dibangun untuk SIKK.

Atase pendidikan itu mengatakan, dengan adanya Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIK) dan SIKK, anak-anak para TKI, WNI, atau ekspatriat dapat mengecap sistem pendidikan formal dan informal di Malaysia.

"SIK sudah menawakan program pendidikan kesetaraan. SIKK dalam masa mendatang juga akan membuka program kesetaraan pendidikan sehingga semakin banyak anak-anak TKI yang punya akses pendidikan Indonesia," katanya.

Ia juga menceritakan, banyak negara yang mewajibkan anak-anak masuk sekolah tanpa diskriminasi warga negaranya, warga asing, atau warga asing tanpa punya dokumen. "Seperti di Amerika, disiapkan pendidikan bagi anak-anak. Orangtua bisa disalahkan jika anaknya tidak sekolah walaupun usianya sudah masuk usia sekolah," katanya.

Namun, di Malaysia, masih memperkarakan anak-anak TKI yang tidak jelas statusnya, padahal mereka ikut orangtuanya. Beda dengan di Amerika yang orangtuanya ditanyakan, mengapa tidak antar anaknya ke sekolah. Di Malaysia lebih penting ada dokumen atau tidak, jika tidak jelas, tidak akan dapat akses pendidikan.

0 comments:

Post a Comment

Search This Blog